Euforia Warga Saat Uji Coba MRT Jakarta dan Perkembangannya



Bagaimanakah ide awal pembangunan MRT hingga bisa terwujud seperti sekarang ini? 

Berawal dari gagasan BJ Habibie Tahukah Anda jika rencana pembangunan MRT di Jakarta sesungguhnya sudah dirintis sejak 1985. Namun, saat itu proyek MRT belum dinyatakan sebagai proyek nasional.  Ide tersebut dicetuskan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang saat itu menjabat sebagai kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Habibie mengatakan tengah mendalami berbagai studi dan penelitian demi menghadirkan transportasi massal berupa proyek MRT.

Pencanangan MRT oleh Fauzi Bowo 

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta resmi berdiri ketika Fauzi Bowo menempati Balai Kota Jakarta pada 2008. Tahun itu juga perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 23 September 2010, Fauzi Bowo yang dikenal dengan panggilan Foke bertemu dengan BJ Habibie.  Pertemuan yang berlangsung di kediaman BJ Habibie di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, itu berlangsung selama lebih kurang tiga jam. 
Pada kesempatan itu, BJ Habibie memberikan masukan kepada Foke terutama terkait pengadaan  mass rapid transit (MRT) yang sudah pernah dikaji pada 1986. 
Di pengujung jabatannya pada Kamis (26/4/2012), Foke meresmikan pencanangan pembangunan proyek MRT tahap I koridor selatan-utara sepanjang 15,7 km dari Lebak Bulus-Bundaran HI. "Dengan pencanangan ini saya bisa bernapas lega dan kami membuktikan bahwa kami serius dan benar berniat untuk membuatnya. We really meant it," kata Foke saat itu. Pekerjaan persiapan yang langsung bisa dimulai antara lain pemindahan terminal angkutan umum Lebak Bulus, pemindahan Stadion Olahraga Lebak Bulus, pemindahan ultilitas, pelebaran Jalan Fatmawati, dan pembangunan kantor proyek.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Virtual Efek Tugas VClass

Implementasi dari Ilmu Pengolahan Citra dan Grafika Komputer

Perkembangan Film Animasi dari Masa ke Masa